Menangkap Angin, Menangkap Gagasan, Menangkap Identitas

img

Aksi #PawangAngin yang dilakukan oleh sebagian dari Gerakan Seni Rupa Bogor sangat konseptual. Di awal tahun 2018 yang disambut kelabilan cuaca ini, para pawang angin berkunjung ke beberapa lokasi ikonik di Bogor: Kebun Raya, Taman Kencana, hingga Masjid Atta’awun di Puncak sana. Dengan menggunakan kantung plastik yang biasa digunakan saat kita membeli siomay, mereka memasukkan angin yang ada di lokasi-lokasi itu ke dalamnya. Angin -- udara, lebih tepatnya -- bisa diambil dimana saja, namun ketika zat tak kasatmata itu ditangkap di area pemakaman pelukis Raden Saleh Sjarief Boestaman, misalnya, hal ini bisa bermakna lain. 

Lokasi-lokasi ikonik Bogor merupakan wajah dari Bogor itu sendiri. Lokasi-lokasi inilah yang sering diasosiasikan ketika orang-orang mendengar kata “Bogor.” Jelas, ada maksud yang lebih dalam ketimbang “memasukkan udara ke dalam plastik,” karena dengan menangkap udara di lokasi yang memiliki narasi atau sejarah tertentu, secara tidak langsung para pawang angin telah menangkap gagasan dan identitas dari lokasi-lokasi tersebut, sehingga satu kantung plastik berisi udara yang ditangkap di Kebun Raya Bogor dapat mengandung sejarah berumur 2 abad, serta narasi yang dapat ditarik jauh saat kebun ini digagas pertama kali oleh Thomas Stamford Raffles pada awal 1800-an. Ah.

Identitas kota beserta narasi-narasi alternatifnya. Inilah bahasan yang mulai digeluti oleh GSRB untuk memaknai kembali kota Bogor beserta ikon-ikon yang mencirikannya, setelah selama ini mengadakan kegiatan-kegiatan yang lebih menekankan sisi estetiknya saja. Kali ini GSRB mulai memperdalam wacana yang bertujuan untuk memunculkan interpretasi-interpretasi baru, atau narasi-narasi alternatif tentang Bogor yang selama ini kita kenal. Mungkin saja ada ikon-ikon di Bogor yang selama ini hilang dan dirindu-rindukan oleh warga Bogor (seperti restoran Rindu Alam yang kini tutup,) atau bahkan ada narasi-narasi lain tentang ikon-ikon tersebut yang selama ini tidak diketahui secara umum. Narasi-narasi beserta identitas kota itulah yang akan diriset dan dipresentasikan kepada publik, dan #PawangAngin menjadi titik awalnya.

Missing Icon

Missing Icon adalah proyek Gerakan Seni Rupa Bogor yang meriset identitas kota Bogor beserta ikon-ikon yang menyimbolkannya, baik aktual maupun historis, dan bertujuan untuk menghasilkan narasi-narasi alternatif, pemetaan-pemetaan, beserta interpretasi-interpretasi baru tentang kota Bogor.